konsultan bisnis - Jasa Pembuatan Studi Kelayakan - Bisnis Plan
021 - 5989 2328

Artikel

Tahapan Dalam Penyusunan Studi Kelayakan

July 20th, 2016 | admin | Tags:

Dalam penyusunan studi kelayakan, tentunya ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Sebelum kita melangkah dan membahas mengenai langkah-langkah dalam penyusunan studi kelayakan, ada baiknya jika anda mengetahui terlebih dahulu pengertian dari studi kelayakan. Studi kelayakan merupakan sebuah kegiatan penelitian yang  menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya. Nantinya hasil dari sebuah studi kelayakan akan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan di sebuah perusahaan untuk menentukan apakah sebuah proyek akan dijalankan atau tidak.

Langkah-langkah Penyusunan Studi Kelayakan

Penyusunan studi kelayakan bisnis sebagai salah satu metode ilmiah pada umumnya meliputi beberapa langkah kegiatan. Langkah pertama sudah pasti adalah penemuan ide. Pada tahap yang pertama ini, seseorang perlu menemukan sebuah ide bisnis. Biasanya ide bisnis dapat muncul karena adanya peluang yang dipandang memiliki prospek. Penemuan ide bisnis dapat bersumber dari bacaan, hasil pengamatan, informasi dari orang lain, media massa, maupun berdasarkan pengalaman. Jika ingin menemukan ide bisnis yang beda dari yang lain, maka seseorang perlu untuk peka dan melihat ke sekelilingnya. Kira-kira apa saja yang tengah dibutuhkan oleh orang-orang. Dari situ dapat muncul ide bisnis yang kreatif dan beda dibandingkan dengan yang lain.

Langkah selanjutnya dalam penyusunan studi kelayakan sudah pasti melakukan studi pendahuluan. Studi Pendahuluan dilakukan untuk memperoleh gambaran umum mengenai peluang bisnis dari ide bisnis yang akan dijalankan, termasuk di dalamnya prospek dan kendala yang dapat muncul dari bisnis yang akan dilakukan. Jika sudah selesai melakukan studi pendahuluan, maka bisa lanjut ke tahap selanjutnya yaitu pembuatan desain studi kelayakan. Desain studi kelayakan sendir meliputi penentuan beberapa aspek yang akan diteliti, responden, teknik pengumpulan data, penyusunan kuesioner, alat analisis data, penyusunan anggaan untuk melakukan studi kelayakan sampai dengan penentuan desain laporan akhir. Jika sudah ditentukan desain studi kelayakan, maka anda bisa melanjutkan ke tahap pengumpulan data.

Tahapan pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam penelitian. Untuk mengumpulkan data, maka ada beberapa metode yang dapat digunakan. Misalnya seperti observasi, wawancara, maupun kuesioner untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder bisa diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber lainnya. Setelah mendapatkan data yang dirasa cukup, maka tahapan selanjutnya dalam penyusunan studi kelayakan adalah analisis dan interpretasi data. Analisis data dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif maupun kuantitatif.Analisis kualitatif dapat dilakukan jika data yang dikumpulkan berupa data kualitatif atau judgement.Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan jika data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif. Pemilihan metode analisis data ini menyesuaikan dengan data yang anda dapatkan.

Setelah proses analisis selesai maka bisa dilakukan penarikan kesimpulan serta rekomendasi, apakah ide bisnis tersebut layak atau tidak berdasarkan hasil penelitian. Rekomendasi sendiri berfungsi untuk memberi arahan petunjuk tentang tindak lanjut ide bisnis yang akandijalankan serta memberikan catatan-catatan jika ide bisnis tersebut akan dilaksanakan. Layaknya sebuah penelitian pada umumnya, maka jangan sampai lupa untuk membuat sebuah laporan penelitian. Beberapa tips dalam penyusunan studi kelayakan, format maupun desain laporan sebaiknya disesuaikan dengan pihak-pihak yang akan menggunakan studi kelayakan bisnis.Lalu, besarnya anggaran untuk menyusun studi kelayakan bisnis juga harus dipertimbangkan. Demikianlah langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusunan studi kelayakan.