konsultan bisnis - Jasa Pembuatan Studi Kelayakan - Bisnis Plan
021 - 5989 2328

Artikel

Tren Bisnis Food Truck

March 22nd, 2015 | admin | Tags:

Akhir-akhir ini di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, khususnya ketika ada sebuah acara besar diselenggarakan, masyarakat kerap menikmati jajanan ala restoran berjalan atau food truck.

Sensasi menikmati jajanan yang praktis sambil melihat uniknya desain truk yang sekaligus dipakai sebagai dapur, kini menjadi pengalaman menarik yang kian dicari.

Menurut data Asosiasi Food Truck Indonesia (AFTI), kini ada 40 food truck yang “mangkal” di Ibu Kota. Namun, dari jumlah tersebut, baru 17 pengusaha yang tergabung ke dalam asosiasi ini. Pasalnya, perkumpulan pengusaha restoran berjalan yang berdiri sejak 19 Desember 2014 ini menerapkan beberapa syarat untuk menjadi anggotanya.

Pertama, pengusaha food truck adalah seorang individu pemilik langsung dan bukan korporasi. Kedua, semua makanan yang dijual harus melalui proses persiapan, masak, hingga penyajian langsung di dalam mobil. Dengan kata lain, produk yang dijual harus merupakan makanan yang diproses, bukan masakan jadi.

“AFTI ini dibentuk bukan untuk berjualan, tetapi untuk mengamankan investasi kita. Makanya dibuat regulasi semacam ini,” ujar Ketua Asosiasi Food Truck Indonesia Joko Waluyo.

Pria yang pernah menetap di Amerika Serikat selama beberapa tahun itu mengakui tren bisnis food truck cenderung meningkat belakangan ini. Bahkan, dia mengatakan sudah ada lima orang calon pengusaha food truck yang sedang antre untuk bergabung ke dalam AFTI.

Dari sisi bisnis, pria yang memiliki tiga restoran berjalan ini mengaku potensi pasarnya cukup besar. Misalnya, dari acara terakhir Indonesia Fashion Week (2015) yang berlangsung selama empat hari di akhir Februari lalu, dia mencatat anggotanya berhasil menjaring konsumen hingga 32.000 orang.

Dia mengungkapkan, AFTI menjadi semacam pintu masuk yang memudahkan berbagai pihak yang membutuhkan jasa food truck untuk mendukung acaranya, dan inilah yang menjadi keunggulan para pengusaha restoran berjalan yang tergabung dalam AFTI dibandingkan dengan yang tidak.

Hingga saat ini, berbagai macam pusat perbelanjaan seperti Lippo Puri Mall, fx Senayan, dan berbagai event organizer pernah menjalin kerja sama dengan AFTI.

Melalui perkumpulan ini juga, para pengusaha saling berbagi riset pasar yang potensial bagi mobilitas restoran berjalan mereka. Hasil riset tersebut menuntun mereka menentukan zona interest yang menguntungkan, misalnya Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Menurut Joko, dua daerah ini adalah yang paling menguntungkan dibandingkan daerah lain di Jakarta. Dia menilai hal ini karena kedua daerah ini merupakan pusat kegiatan dan acara yang melibatkan banyak masyarakat, serta area di mana masyarakat cenderung lebih royal berbelanja untuk gaya hidupnya.

Senada dengan Joko, konsultan bisnis sekaligus Direktur Utama Grapadi Konsultan Andika Pujangkoro juga menilai bisnis food truck ini masih akan berkembang dan menjadi tren dalam dua tahun mendatang. Pasalnya, bisnis ini memiliki keunggulan dalam hal efisiensi.

“Bisnis food truck ini menjawab tantangan bagi kalangan bisnis kelas menengah dan menengah bawah, karena mereka memiliki keunggulan dalam hal efisiensi dan distribusi,” ujarnya.

Menurut Andika, para pemilik modal menjadi lebih hemat dalam mengeluarkan modal awal, bila dibandingkan dengan harus menyewa tempat restoran yang harganya kian mahal. Mobilitas yang tinggi juga bisa menjadi keuntungan tersendiri, sebab para pengusaha bisa langsung riset pasar seiring berpindah tempat.

“Bisnis ini tentu bukan bisnis musiman, karena bisnis makanan akan terus kontinu,” ujarnya.

Di sisi lain, bisnis ini juga masih memiliki kelemahan, terutama di bidang regulasi yang belum mengatur khusus mengenai restoran berjalan. Andika menilai para pengusaha harus berhati-hati berjualan produknya dan memperhatikan peraturan setempat.

Seperti halnya bisnis lain pada umumnya, konsultan yang sering menangani pelaku usaha kecil dan menengah ini memaparkan selain kualitas produk, ada empat faktor yang harus diperhatikan guna menjalankan bisnis ini. Keempat hal tersebut adalah sistem pemasaran, teknis, Sumber Daya Manusia (SDM), dan keuangan.

Bila keempat hal tersebut telah terintegrasi dengan baik, dia optimistis investasi dalam bisnis food truck bisa membuat menghasilkan keuntungan yang optimal dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun.

Meski demikian, para pengusaha tetap perlu melakukan evaluasi secara rutin misalnya setiap tiga bulan sekali guna memperbaiki kinerja usaha secara terus menerus.

logo-bisnis-com